Saturday, January 9, 2016

Cara Bertani Organik untuk Sayuran Sehat


Sayur dan buah menjadi bahan pokok yang diperlukan untuk tubuh. Namun taukah anda bahwa sayur dan buah yang kita temui di pasaran belum tentu sehat dan aman ? sayuran dan buah dengan tampilan sempurna dan segar mungkin menggunakan bahan-bahan kimia yang berbahaya dalam pengembangannya. Bertani organik sendiri di rumah dapat menjadi solusi untuk menghindari bahan kimia berbahaya tersebut.. Cara ini akan lebih hemat karena produk-produk organik di pasaran bercitra barang mewah dengan harga yang lebih mahal dari sayur dan buah dengan cara penanaman yang biasa.

Menurut ahli gizi Wied Harry Apriadji. Tanaman sayuran semusim dapat ditanam di rumah dengan mudah dan murah dalam plastik polibag. Tanaman tersebut diantaranya adalah sawi, bayam, daun bawang, daun katuk, tauge dan lain-lain. Akan lebih baik jika anda menanam sayuran yang sulit untuk di dapat dipasaran. Anda juga dapat bertani organik untuk pengembangan buah jika memiliki lahan pekarangan yang sedikit lebih luas. Seperti mangga, jambu air, rambutan, alpukat, pepaya, pisang dan buah-buahan lain. Buah-buahan organik ini lebih sulit didapat dan harganya jauh lebih mahal. Namun sehat memang tidak harus mahal. Ada berbagai solusi dalam mendapatkan bahan-bahan organik yang tidak menguras dompet. 

Berikut langkah-langkah menanam dan pengembangan sayuran organik dengan contoh sayur sawi.

1. Siapkan polybag, tanah, olahan pupuk kandang dan pasir atau tanah merah.

2. Campur tanah, pupuk dan pasir dengan perbandingan jumlah tanah dua kali lipat dari pupuk dan pasir.

3. Masukan campuran tersebut dalam polybag hingga 4/5 bagian.

4. Siram polybag dengan air. Pastikan air tersebut meresap hingga lapisan tanah yang paling dasar.

5. Sediakan benih sayuran yang akan ditanam. Benih ini bisa didapat di toko pertanian. Pilihlah yang saset kecil dengan kisaran harga 8.000 – 10.000 rupiah. Benih tersebut cukup untuk menanami 100 polibag.

6. Taburkan biji benih dalam polibag secukupnya. Kemudian tutup lagi menggunakan pasir. Jangan menambahkan pasir terlalu banyak karena nanti bisa tidak kuat tumbuh. Benih tersebut dapat tumbuh hanya dalam wakti 2 hari dalam tempat sejuk dan lembab.

7. Jika tempatnya panas, anda tidak perlu kuatir benih akan rusak dan sulit tumbuh. Minimalisir panas dari sinar matahari yang berlebihan dengan menggunakan plastik atau daun seadanya. Lalu buka tutupnya jangan lebih dari 2 hari karena benih akan menjadi kecambah panjang dan akan mengering jika langsung terkena sinar matahari jika tutupnya dibuka terlalu lama.

8. Untuk hasil bertani organik yang maksimal, siram benih dalam polibag secara rutin setiap pagi dan sore. Gunakan gembor agar lebih aman dalam penyiraman atau siram pelan-pelan agar benih tidak rusak.

9. Setelah umur lima hari atau seminggu, tambahkan tanah halus atau pasir secukupnya. Tanah ini berfungsi untuk menutup akar yang sekiranya keluar. Dan cara ini akan membuat akar lebih kokoh.

10. Pada saat umur 20 hari, beri pupuk cair organik. Anda bisa mendapatkannya di toko yang menjual bahan-bahan perkebunan dan pertanian. Atau anda bisa menggunakan air kencing kelinci yang sudah di fermentasi. Anda bisa mendapatkannya di peternakan kelinci.

11. Sawi bisa di panen setelah berumur 25 hari hingga satu bulan. Cepat atau tidaknya pertumbuhan hingga masa panen tergantung kesuburan tanah dan jarak antar tanaman. Langkah-langkah ini juga dapat diterapkan untuk bertani organik sayuran sehat yang lain.

No comments:

Post a Comment