Monday, May 16, 2016

Panduan Tepat Budidaya Kelapa Hibrida


Kelapa merupakan salah satu jenis tanaman yang memiliki banyak kegunaan. Selain buahnya yang dimanfaat untuk kebutuhan konsumsi, batang dan daunnya pun biasanya dipakai untuk keperluan industri. Kelapa itu sendiri memiliki beberapa jenis, salah satunya yaitu kelapa hibrida. Kelapa hibrida merupakan kelapa yang berasal dari persilangan kelapa dalam dan kelapa genjah. Kelapa hibrida merupakan pilihan tepat jika ingin mendapatkan hasil panen yang melimpah dan berkualitas. Namun, pemilihan kelapa hibrida juga tidak akan berjalan dengan baik apabila tidak dibarengi dengan cara membudidayakan yang benar.

Peremajaan sangat penting dilakukan untuk membudidayakan kelapa hibrida. Dalam meremajakan pohon kelapa yang sudah tua harus memperhatikan beberapa hal, di antaranya yaitu umur pohon kelapa itu sendiri. Pohon kelapa berumur lebih 50 tahun dan memiliki tinggi 1 meter merupakan pohon kelapa yang siap untuk diremajakan dan diganti dengan tanaman yang baru. Untuk pembibitan, sebaiknya anda memilih bibit kelapa unggul. Dalam mempersiapkan benih sebaiknya dilakukan dengan bertahap selama 5 sampai 12 bulan atau sebelum masa tanam. Kriteria bibit yang siap untuk dipindahkan ke lahan yaitu bibit dengan usia 5-8 bulan.

Buatlah lubang tanam dengan jarak tanam sesuai dengan yang ditentukan. Jarak tanam yang ideal yaitu 5 x 6 atau 4 x 7 meter. Lubang tanam dibuat satu bulan sebelum bibit ditanam, ukurannya yaitu 40 x 40 x 50 cm. Lubang tanah yang besar dibutuhkan pada tanah berat, sebaliknya tanah yang ringan membutuhkan lubang yang kecil. Sebelum bibit ditanam, sekitar 2 atau 4 minggu lubang tanam harus ditimbun terlebih dahulu dengan menggunakan tanah yang sudah dicampurkan dengan 20 kg pupuk organik atau pupuk jenis lainnya sesuai dengan kebutuhan. Setelah itu, bibit bisa ditanam dalam lubang tanam tersebut dengan kedalaman sekitar 10 cm. Gangguan terbesar tanaman kelapa hibrida yaitu gulma. Oleh karena itu, sebagai langkah penanaman kelapa hibrida yang baik perlu dilakukan pengendalian gulma agar tanaman bisa tumbuh dengan maksimal. Dalam setiap bulan gulma perlu dikendalikan dengan radius satu meter untuk tanaman kelapa yang masih muda, dua meter untuk tanaman yang sudah dewasa.

Beberapa pemupukan perlu dilakukan. Namun, pemupukan yang dilakukan hanya sekitar dua kali dalam satu tahun. Pemupukan harus dilakukan pada saat awal dan akhir musim penghujan. Jumlah pemberian pupuk pada masing-masing pohonnya yaitu sekitar 100-400 gram pupuk TSP, 600 gram sampai 1 kg pupuk KCL, dan 500 sampai 700 gram pupuk urea. Teknik yang harus  anda ingat yaitu beri pupuk dengan cara melingkar dengan radius satu meter untuk tanaman kelapa masih muda dan dua meter tanaman sudah dewasa dengan kedalaman 15 centi meter. Selalu waspada terhadap hama dan penyakit yang kemungkinan akan menyerang pohon kelapa yang anda tanam. Hama yang biasanya menyerang yaitu jenis cendawan Phytophthora, yang mana hama tersebut menyebabkan penyakit busuk. Hama tersebut bisa diatasi dengan jenis pembasmi hama seperti fungisida Alliete yang diberikan dengan cara disuntikan pada akar tanaman. Selain hama tersebut, hama kumbang penggerek pucuk pun biasanya menyerang tanaman ini. Hama tersebut bisa di atasi dengan menggunakan cendawan alami. Menanam dan membudidayakan kelapa hibrida dengan baik dan benar akan menghasilkan buah kelapa yang baik dan berkualitas. Semoga langkah-langkah yang kami berikan di atas bisa membantu anda.

Cara Menanam Pohon Jati Sampai Masa Panen


Pohon jati merupakan salah satu jenis pohon berkualitas. Pohon ini bisa dimanfaatkan kayunya untuk dijadikan atau diolah menjadi perabotan. Perabotan yang terbuat dari kayu jati terkenal awet dan tahan lama, oleh sebab itu pohon jati biasanya dibandrol dengan harga yang mahal.

Menanam pohon jati merupakan investasi dalam jangka panjang. Untuk itu, anda bisa menanam pohon ini di lahan yang anda miliki. Menanam pohon jati mudah untuk dilakukan. Namun agar kualitas pohon terjaga, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu dengan menerapkan cara-cara yang baik dan benar.

Langkah pertama menanam pohon jati yaitu dengan melakukan proses pembibitan. Untuk proses pembibitan biasanya menggunakan benih bunga jati yang sudah kering yang jatuh di sekitar pohon jati. Anda juga bisa memilih biji yang berkualitas baik. Biji berkualitas baik memiliki ciri-ciri seperti, warna kulit menguning dan kering, bulat, besar, tidak mengkerut dan tidak cacat. Biji tersebut bisa anda keluarkan dari bunga. Sebelum disemai akan lebih baik jika direndam terlebih dahulu di dalam air sekitar 3 sampai 4 jam lamanya. Setelah itu, semaikan biji tersebut dengan campuran tanah dan pupuk kandang, perbandingannya 1:1. Kemudian, masukan ke dalam media tanam atau polybag. Benamkan bibit dalam kedalaman sekitar 5 cm dan timbun dengan menggunakan media di bagian atas. Akan tumbuh benih-benih kecil setelah 47 hari. Agar benih bisa tumbuh baik, anda harus merawatnya.

Memelihara bibit harus anda lakukan. Sebagai langkah perawatan anda harus menyiram bibit pohon jati tersebut. Siram bibit pohon jati dengan hati-hati dan secara rutin ketika pagi dan sore hari. Anda harus menghindari menyiramnya terlalu banyak agar bibit pohon jati tersebut tidak membusuk. Agar terhindari dari panas matahari dan hujan secara langsung, akan lebih baik simpan bibit di dalam naungan. Berikan bibit tersebut pupuk, anda bisa memberikan pupuk urea 1 kali dalam satu bulan. Jika ditemukan bibit mati, maka lakukan penyulaman. Setelah bibit berusia 5 bulan, anda bisa memindahkan bibit tersebut di area yang luas.

Persiapan lahan harus anda lakukan. Sebagai langkah awal taburkanlah pupuk kandang dan kompos ke lahan yang akan dijadikan tempat tanam dengan komposisi sekitar 2 ton per hektar. Pemberian nutrisi tadi bisa dilakukan 3 sampai 4 minggu, sebelum tanah digarap dengan cara dibajak atau dicangkul. Tujuannya yaitu agar tanah lebih gembur serta nutrisi yang terkandung lebih banyak. Buatlah lubang dengan jarak sekitar 2,5 x 2,5 meter dengan ukuran lubang sekitar 30x30x30 cm. Diamkan tanah sekitar 2-3 minggu.

Tempatkan bibit yang ditanam di dalam polybag dalam lubang tanam yang sudah dibuat. Ketika menanamnya usahakan dalam posisi tegak dan tempatkan dengan hat-hati agar tidak rusak. Tutup lubang dengan menggunakan tanah. Lalu padatkan tanah yang ada di sekitarnya. Agar kelembaban tanah terjaga maka sebaiknya anda menyiramnya.

Bibit perlu dipelihara seperti dilakukan penyulaman, yang mana penyulaman itu sendiri dilakukan ketika tumbuhan mati pada saat tanam. Selain itu, pemupukan dan penyiangan perlu dilakukan. Biasanya kegiatan ini dilakukan pada awal masa tanam sampai umur 5 tahun. Lalu dilakukan sebanyak 1 kali dalam 3 bulan. Agar batang jati tumbuh optimal, maka harus dilakukan pemangkasan.

Waktu pemanenan pohon jati bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Namun, akan lebih baik apabila pohon jati dipanen pada saat berusia 20 tahun.



Cara Menanam Pohon Anggur di Dalam Pot


Pohon anggur merupakan salah satu jenis tumbuhan merambat. Pohong anggur menghasilkan buah, yang mana buahnya disebut dengan buah anggur. Tanaman anggur berasal dari Armenia. Namun, berdasarkan sejarah tanaman ini mulai berkembang di Timur Tengah sejak 4000 tahun sebelum Masehi. Buah anggur pada umumnya memiliki bentuk bulat, warnanya pun berbeda-beda sesuai dengan jenisnya, ada yang berwarna merah, hitam atau hijau. Buah ini memiliki cita rasa yang manis  atau sedikit kecut dengan kulit tipis yang membungkusnya. Selain bisa dikonsumsi langsung, buah anggur juga bisa diolah menjadi jus, kismis atau campuran bahan makanan lainnya.

Di balik kenikmatan rasanya, buah anggur mengandung banyak nutrisi yang melimpah dan memiliki banyak manfaat. Selama ini mungkin kita sering melihat dimana pohon anggur ditanam merambat pada pagar tanaman atau media rambat yang disediakan khusus. Namun, selain itu pohon anggur juga bisa ditanam di dalam pot. Menanam anggur di dalam pot merupakan cara yang unik, karena selain praktis kita juga akan mendapatkan keindahannya. Setelah tumbuh buah, buah akan bergelantungan. Meskipun terbilang praktis, tetapi menanam pohon anggur di dalam pot nyatanya tidak bisa sembarangan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar pohon anggur bisa tumbuh dengan baik.  Berikut ini langkah atau cara menanam pohon anggur di dalam pot.

Hal pertama kali yang harus anda lakukan sebelum menanam pohon anggur di dalam pot yaitu memilih terlebih dahulu pot yang tepat. Seperti yang kita ketahui pot memiliki banyak jenisnya. Dari banyaknya jenis pot tersebut, pot yang dirasa tepat dan sesuai untuk dijadikan tempat penanaman pohon anggur yaitu pot yang terbuat dari bahan dasar tanah. Pasalnya, pot yang terbuat dari bahan dasar tanah memiliki pori-pori pada bagian dasarnya sehingga mampu menyerap air. Dan pengaruhnya sangat baik untuk menanam anggur. Pilihlah pot yang memiliki diameter besar dari permukaannya atau memiliki diameter sama.

Media tanam yang cocok untuk menanam anggur yaitu pasir dan pupuk kandang. Pasir yang digunakan sebagai media tanam akan mudah ditembus oleh akar tanaman dan air. Campurkan pasir dan pupuk kandang menjadi satu sebelum dimasukan ke dalam pot.

Jika pot dan media tanam sudah siap, anda bisa langsung menanam anggur di dalam pot. Pertama, masukan batu bata yang sebelumnya sudah dipecah ke dasar pot. Jika tidak ada batu bata, anda bisa menggantinya dengan menggunakan genting. Setelah itu, masukan media tanam yang sebelumnya sudah anda campur menjadi satu ke dalam pot. Isi pot hingga penuh. Buat lubang di tengah-tengah untuk menanam anggur. Buat lubang dengan ukuran lebih besar dari polybag tempat bibit anggur ditanam.

Lepaskan bibit anggur yang sebelumnya sudah ditanam di dalam polybag. Lalu masukan bibit anggur tersebut ke dalam lubang yang sudah dibuat pada pot. Anda bisa mengatur posisi tanam agar tegak. Kemudian, tutup kembali permukaan media tanam. Jika sudah, simpan pot tempat anggur tersebut ditanam pada tempat yang terkena cahaya matahari penuh.

Agar pohon anggur dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan buah anggur yang berkualitas, maka anda harus melakukan perawatan rutin. Anda bisa menyiram anggur dengan mengikuti cuaca. Pada saat bulan kemarau siram tanaman sekitar 1-2 kali. Jika musim hujan tidak perlu disiram karena pohon anggur sudah mendapatkan siraman dari air hujan.

Saturday, May 14, 2016

Teknik Mudah Budidaya Tanaman Kecombrang


Anda penyuka kuliner pasti sudah tidak asing lagi dengan salah satu bahan makanan yang memiliki aroma yang sangat khas ini. Ya kecombrang, memiliki warna dan bentuk yang sangat menarik. Warnanya adalah pink menyala dan bentuknya sangat cantik. Kecombrang merupakan salah satu bunga dari tanaman atau pohon kecombrang. Bagian yang dimanfaatkan dari pohon kecombrang hanyalah bagian bunganya saja, karena bagian bunga kecombrang merupakan bagian yang memiliki aroma dan rasa yang paling enak untuk dimakan. 

Sebelum membahas mengenai bagaimana cara untuk membudidayakan tanaman kecombrang, terlebih dahulu anda harus mengetahui karakteristik dari tanaman kecombrang yaitu:

1. Tidak memerlukan banyak air
2. Memiliki batang berukuran sedang dan memiliki rupa tanaman yang menyerupai tanaman rempah - rempah seperti kunyit dan jahe 
3. Dapat dipanen berkali kali 
4. Cara pembibitan mudah

Berikut ini adalah cara membudidayakan tanaman kecombrang  :

1. Langkah pertama untuk menyiapkan pembudidayaan kecombrang adalah dengan mempersiapkan media serta bahan yang akan digunakan untuk pembibitan. Kali ini kita akan menggunakan metode stek untuk pembibitan yang artinya anda membutuhkan batang pohon kecombrang yang agak tua untuk di potong dan ditanam di media tanah yang ada dalam polybag. Cara untuk menyiapkan batang yaitu dengan memilih batang yang agak tua kemudian dengan memotong bagian batang dengan menggunakan pisau yang tajam. Ingat anda harus menggunakan pisau yang tajam agar batang yang akan digunakan untuk stek tidak rusak. Setelah di potong, kemudian diamkan sebentar sampai getahnya agak mengering. Kemudian siapkan tempat untuk merendam batang kecombrang. Rendam batang kecombrang selama 1 minggu dalam air sampai muncul bulu – bulu halus akar.

2. Langkah kedua setelah menyiapkan bibit anda harus menyiapkan media untuk menanam bibit. Kali ini kita menggunakan media berupa tanah yang di masukkan dalam polybag. Sebaiknya gunakan tanah yang memiliki tingkat kesuburan tinggi, anda dapat menggunakan tanah yang telah di campur dengan pupuk kandang. Setelah itu buat lubang sebesar batang yang akan di tancapkan. Sebaiknya jangan gunakan batang kecombrang yang akan di tancapkan karena akan merusak bulu – bulu halus itu sendiri. Setelah lubang mulai terbentuk, masukkan batang kecombrang dan tanam sekitar 5 – 10 cm sampai semua bulu akar tertutup. Tempatkan di tempat yang teduh. 

3. Setelah beberapa minggu, mulai muncul daun baru anda bisa memindahkan bibit kecombrang ke tempat tanam yang sebenarnya 

4. Cara perawatan 
Cara perawatan tanaman kecombrang tidaklah sulit, anda hanya perlu menyiramnya selama 2 hari sekali atau bahkan sehari sekali, karena tempat tumbuh kecombrang sudah cukup lembab jadi tanaman kecombrang tidak terlalu membutuhkan banyak air. Itulah yang menjadi salah satu keunggulan mengapa tanaman ini berada di jajaran atas tanaman yang wajib untuk di budidayakan. Untuk pemupukan sendiri tidak perlu dilakukan secara sering, anda hanya perlu memberikan pupuk sekitar 1 bulan sekali saja. 

5. Kecombrang bisa mulai di panen ketika bunganya sudah mulai terlihat.
Tanaman kecombrang ini bisa dibilang merupakan tanaman yang memiliki prospek yang bagus untuk dijadikan sebagai lahan bisnis. Beberapa pengusaha kecombrang mengaku bisa meraup untung yang lumayan banyak sekitar 5 juta sekali panen, padahal tanaman kecombrang sendiri bisa panen dalam waktu 2 minggu sekali saja, jadi bisa dibayangkan kan berapa untung yang bisa dihasilkan. 

Teknik Menanam Tanaman Tebu


Siapa yang tak kenal dengan tanaman penghasil gula ini, ya tebu merupakan sumber gula yang sangat mudah kita temui dan sangat sering kita gunakan sudah dalam bentuk kristalan atau lebih sering disebut dengan gula pasir. Bagian tanaman tebu yang digunakan untuk menghasilkan gula pasir adalah bagian batangnya. Bagian batang yang berdiameter 3 – 4 cm lah yang sudah bisa diambil sarinya untuk selanjutnya diproses menjadi gula pasir atau gula putih. 

Karakteristik tanaman tebu :

1. Tanaman tebu hanya dapat hidup di tempat yang memiliki iklim panas dengan suhu 25 – 28 derajat celcius serta daerah yang memiliki curah hujan 100 mm/tahun seperti indonesia 

2. Tanaman tebu akan tumbuh subur jika hidup di kondisi tanah yang termasuk dalam jenis tanah podsolik, atau mediteran dengan pH sekitar 6.4 – 7.5 atau dalam kondisi pH netral. 

Langkah – langkah untuk melakukan budidaya tanaman tebu yaitu:

1. Persiapan lahan 

Lahan untuk ditanami tanaman tebu haruslah subur. Cara untuk menyuburkan tanaman bisa dengan menggemburkannya atau dengan di bajak terlebih dahulu. Tanah yang masih kering kemudian digemburkan lalu di buat alur untuk menanam tanaman tebu seperti memberikan alur untuk menanam padi. Jarak antara masing – masing tempat untuk menanam tanaman tebu adalah sekitar 40 cm.

2. Pemilihan bibit 

Langkah selanjutnya yaitu memilih bibit mana yang akan ditanam di lahan yang telah disiapkan. Bibit yang digunakan untuk ditanam adalah bibit yang memiliki kualitas yang baik yaitu dengan 4 metode yaitu dengan mengambil bagian pucuk tanaman induk, mengambil batang yang muda atau mengambil bagian siwilan. Metode yang paling mudah untuk menghasilkan bibit yang berkualitas adalah dengan cara stek atau mengambil dari batang muda. Batang muda diambil dari tebu yang berusia 6-7 bulan yang memiliki 9 – 10 mata tunas dengan jarak 1 m setiap steknya. 

3. Penanaman bibit

Tanam bibit yang siap di tanam pada lahan yang telah di gemburkan sebelumnya. Tanam dengan jarak yang telah ditentukan. Jarak yang telah ditentukan bertujuan untuk memberikan ruang akar tiap tanaman untuk memperoleh unsur yang diperlukan agar tidak berebut nutrisi dan juga agar pertumbuhannya menjadi maksimal. 

4. Perawatan 

Untuk perawatan tanaman tebu dilakukan dengan cara menyiraminya minimal 4 – 5 hari setelah pemupukan dilakukan. Untuk intensitas penyiraman bisa disesuaikan dengan kondisi atau cuaca yang sedang berlangsung untuk menjaga kualitas gula yang akan dihasilkan nanti. Selain itu perawatan juga dilakukan dengan cara menghilangkan rumput liar yang tumbuh disekitar tanaman tebu. Selain itu anda juga harus rutin mengecek apakah ada tanaman tebu yang tidak tumbuh dengan baik setelah 6-8 minggu berlangsung. Jika memang ada tanaman yang tidak tumbuh dengan baik anda bisa menggantinya dengan bibit yang baru.

5. Proses panen 

Tanaman tebu dapat dipanen jika ukuran batangnya sudah mencapai ukuran yang sesuai. Cara untuk memanen tanaman tebu yaitu dengan menggali tanah sedalam 25 cm, jika anda masih ingin mempertahankan batang tebu untuk tetap menghasilkan tebu lagi maka sebaiknya sisakan 3 ruas batang tanaman tebu agar bisa tumbuh kembali. 

Tanaman tebu bukanlah tanaman yang anti hama, namun terdapat beberapa jenis tanaman tebu yang bisa tahan terhadap hama. Jadi sebaiknya anda benar – benar melakukan riset yang panjang sebelum akhirnya menentukan jenis tebu mana yang akan anda budidayakan. Selain itu prospek usaha budidaya tanaman tebu masih sangat potensial karena akan permintaan atau kebutuhan akan gula pasir masih sangat tinggi khususnya di indonesia. 

Teknik Budidaya Tanaman Murbei


Jika anda mendengar nama tanaman murbei mungkin anda akan langsung teringat dengan ulat sutera. Ya, tanaman ini memang merupakan tanaman yang digunakan sebagai pakan ulat sutera. Selain untuk pakan ulat sutera, tanaman ini juga ternyata memiliki banyak khasiat untuk manusia. Nah kali ini kami akan memberikan tips cara untuk menanam atau budidaya tanaman murbei. 

Sebelum anda mengetahui bagaimana cara untuk membudidayakan tanaman murbei, anda harus mengetahui bagaimana karakteristik yang dimiliki oleh tanaman murbei ini. Ciri – ciri tanaman murbei yaitu:

1. Tinggi tanaman murbei hanya sekitar 4 – 5 meter 
2. Memiliki daun berjenis tungga, dengan bentuk bulat telur atau segitiga 
3. Tanaman ini bisa hidup di daerah panas atau daerah subtropis di daerah Asia, Amerika dan Afrika 

Cara budidaya tanaman murbei yang paling bagus adalah dengan melakukan stek bagian batangnya. Cara melakukan budidaya tanaman murbei yaitu:

1. Pilih batang pohon yang bagus, yakni batang pohon yang memiliki ukuran lumayan besar yakni ukuran diameter batang tidak kurang dari 1 cm dan panjang batangnya tidak kurang dari 30 cm.

2. Potong batang pohon murbei yang telah dipilih dengan menggunakan pisau yang tajam karena jika tidak, batang yang akan digunakan akan rusak atau retak dan tidak dapat digunakan lagi.

3. Setelah itu, buang semua bagian daun dan buah yang menempel pada batang yang akan digunakan untuk stek batang, jangan sampai ada yang tersisa.

4. Jika anda mau, anda bisa menggunakan zat perangsang akar agar stek atau budidaya yang anda lakukan memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk berhasil. Jika anda tidak memiliki zat perangsang akar, maka anda bisa membuat zat perangsang akar sendiri dengan menggunakan cairan bawang yang di buat dengan merendam bawang merah yang telah dicincang dalam air semalaman. Kemudian setelah itu anda bisa mencelupkan bagian batang yang akan digunakan selama 5 – 9 jam. 

5. Siapkan media untuk menanam dari tanah yang subur, lalu tanam batang dalam media tersebut sampai 7 – 11 cm. Ingat jangan menancapkan langsung batang tanaman ke tanah, namun gunakan benda lain seperti kayu lain untuk membuat lubang dalam tanah tempat batang akan di tancapkan. Setelah lubang sudah mulai terbentuk, tancapkan batang yang telah direndam dengan menggunakan zat perangsang akar ke dalam media yang telah disiapkan. 

6. Selanjutnya, letakkan media yang telah diisi dengan batang tanaman murbei di tempat yang teduh, memiliki sinar matahari yang cukup namun tidak terlalu panas. 

7. Selain itu sebaiknya anda menjaga kelembaban media yang digunakan, usahakan jangan terlalu kering atau lembab bahkan basah karena akan mengganggu pertumbuhan tanaman murbei. 

8. Tunas baru akan muncul setelah satu minggu. Jumlah tunas yang muncul akan banyak, namun untuk memaksimalkan pertumbuhan sebaiknya buang sebagian tunas dan sisakan yang kelihatannya memiliki tingkat pertumbuhan yang baik. 

9. Jika anda ingin mengambil manfaat tanaman murbei dari buah maka sebaiknya anda rajin untuk memotong bagian batang murbei. 

Budidaya tanaman murbei tidaklah serumit yang anda bayangkan, asalkan telaten untuk merawat dan menjaga kecukupan air serta menjaga nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman dari dalam tanah pastinya tanaman murbei akan sehat yang terlihat dari banyaknya daun murbei yang menempel pada batang serta banyaknya buah yang dihasilkan.