Saturday, May 14, 2016

Cara Mudah Budidaya Tanaman Cincau


Apa yang ada dipikiran anda ketika mendengar kata cincau ? Hampir semua orang pasti akan menjawab minuman segar yang memiliki rasa manis dan gurih serta adem di tenggorokan. Tahukah anda bagaimana rupa tanaman yang menghasilkan bahan minuman yang sangat adem ditenggorokan tersebut ? Artikel ini akan membahas semua hal yang berkaitan dengan cincau baik dari perbanyakan tanaman, cara merawat tanaman cincau sampai bagaimana cara memanen tanaman yang satu ini. 

Pertama kita akan mengetahui ciri – ciri tanaman cincau. Ciri – ciri tanaman cincau yaitu:

1. Tanaman cincau merupakan jenis tanaman yang tumbuh merambat yang dapat hidup dimana saja.
2. Sekilas tanaman ini mungkin akan lebih terlihat seperti tanaman sirih, dengan bentuk daun yang hampir mirip.
3. Memiliki biji. 

Berikut ini merupakan langkah – langkah untuk membudidayakan tanaman cincau : 

1. Fase Pembibitan 

Dalam fase pembibitan bisa di lakukan dengan 3 cara yaitu dengan menggunakan biji, melalui stek dan dengan cara merunduk. 

Pembibitan dengan menggunakan biji
Biji yang akan digunakan untuk pembibitan haruslah biji yang sudah matang. Yakni memiliki ciri – ciri berwarna merah atau hitam, selanjutnya biji yang akan digunakan harus dikeringkan sampai kadar airnya mulai menurun. Siapkan media untuk menanam kemudian tebar biji tanaman cincau di atas media tanam (polybag). Sebaiknya gunakan tanah yang telah dicampur dengan menggunakan pupuk kandang serta memiliki kelembaban yang cukup. Setelah 7 minggu bibit sudah siap tanam di kebun

Menggunakan metode stek
Pilih batang yang sudah agak tua, lalu potong melintang dengan menggunakan pisau yang tajam. Rendam batang yang akan digunakan selama 1 minggu dalam air sampai keluar bulu – bulu akar. Lalu siapkan polybag yang berisi tanah yang telah diisi dengan tanah yang subur dan memiliki kelembaban yang cukup, buat lubang bagian tengahnya untuk menaruh batang, lalu masukkan batang sedalam 10 cm dan letakkan di tempat teduh. Setelah beberapa hari, stek siap ditanam di kebun

Pembibitan dengan cara merunduk
Pilih bagian cabang mana yang akan digunakan untuk bibit, yaitu bisa dengan merundukkan bagian cabang yang telah berbulu ke polybag yang telah disediakan. Setelah 4 – 5 bulan tanaman bisa ditanam di kebun yang sebenarnya. 

2. Perawatan 

Untuk merawat tanaman ini tidaklah sulit, anda hanya perlu menambahkan pagar untuk tempat merambat batang daun cincau ini jika pagar atau tempat merambat sudah terlihat tidak bisa menampung batang pohon cincau lagi. Untuk kecukupan air, anda hanya perlu menyiramnya sehari sekali saja. 

3  Panen 

Jika umur tanaman cincau sudah mencapai 6 bulan anda bisa memanen bagian daun, karena yang digunakan untuk membuat cincau adalah bagian daun maka yang akan diambil hanyalah bagian daunnya saja. Untuk panen sendiri anda bisa melakukannya secara bertahap misal 2 minggu sekali. 

Tanaman cincau ini bukanlah tanaman yang hanya akan bertahan selama beberapa tahunan saja melainkan bisa bertahan sampai puluhan tahun. Jadi ketika anda telah memiliki kebun berisi tanaman cincau maka anda bisa memanennya setelah 6 bulan pertama dan memanennya lagi setiap minggunya. Cukup mudah bukan ? tanaman cincau ini banyak di cari selain untuk membuat cincau juga banyak di cari untuk mengobati jenis tanaman tertentu misalnya radang lambung. Semakin hari tanaman ini menjadi sangat jarang ditemui maka akan sangat bermanfaat jika anda mau untuk membudidayakan tanaman cincau ini karena bisa menjadi peluang bisnis yang lumayan besar. 

Cara Mudah Budidaya Pisang Semua Jenis


Pisang merupakan salah satu buah yang memiliki banyak penggemar baik dari kalangan balita sampai kalangan dewasa. Kandungan yang dimiliki oleh pisang sangat baik untuk kesehatan, oleh karena itu para dokter banyak menganjurkan orang – orang untuk mengonsumsi pisang, karena selain kandungannya yang sangat tinggi buah pisang juga termasuk buah yang terjangkau oleh hampir setiap lapisan masyarakat. Maka tidak heran jika buah ini sangat laku di pasaran. Bagi anda yang ingin ikut serta berkebun pisang, kami akan memberikan anda panduan untuk melakukan budidaya tanaman pisang yang bisa di aplikasikan untuk semua jenis pisang tanpa terkecuali. 

Karakterisik buah pisang yaitu:

1. Memiliki batang yang sangat berair dan cukup lunak 
2. Memiliki daun yang cukup lebar 
3. Hampir semua bagian tanaman pisang bisa dimanfaatkan oleh manusia
4. Bisa hidup di mana saja 

Untuk membudidayakan tanaman pisang berikut langkah – langkah yang harus anda lakukan :

1. Menyiapkan bibit 

Bibit tanaman pisang berasal dari bagian tunas oleh karena itu pembudidayaan tanaman pisang disebut juga dengan cara vegetatif tunas. Jenis tunas yang anda butuhkan untuk dijadikan sebagai bibit adalah memiliki ciri – ciri seperti berikut ini :

Memiliki tinggi sekitar 1 – 1.5 meter
Memiliki daun pisang yang berhelai sempit 
Ukuran diameter tunas pisang tidak lebih dari 20 cm 

Bersihkan bibit pisang yang telah dipotong dan dipisahkan dari induknya. 

2. Persiapan lahan 

Langkah selanjutnya yang tak kalah penting adalah menyiapkan lahan yang digunakan untuk menanam pohon pisang. Anda perlu melakukan beberapa cara untuk mendapatkan lahan tempat tumbuh pohon pisang yang sesuai. Berikut langkah untuk menyiapkan lahan yang baik adalah :

Tentukan lahan mana yang akan digunakan untuk menanam pohon pisang, sebaiknya pilih lahan yang gembur untuk menanam pohon pisang 
Basmi rumput liar serta gulma yang ada di sekitar lahan tempat tunas akan di tanamkan 
Langkah selanjutnya yaitu dengan mengolah lahan atau mencangkul tanah 
Tebar pupuk kandang diatas tanah yang telah diolah tersebut dan diamkan selama 1 minggu agar seluruh unsur hara yang ada dari pupuk bisa terserap
Buat sistem drainase yang baik yaitu dengan membuat parit di sekitar lahan tempat tumbuh pohon pisang 

3. Penanaman pohon pisang 

Tunas pisang yang telah siap ditanam bisa langsung ditanam dilahan yang sudah disiapkan sebelumnya. Jangan lupa untuk membuat lubang terlebih dahulu sebelum meletakkan tunas pisang. Kemudian tanam tunas pisang sedalam 30 cm, tutup dengan menggunakan tanah yang telah dicampur dengan pupuk.

4. Fase panen 

Setelah pohon pisang berbuah anda bisa memanen buah pisang yang telah berwarna kekuningan. 

Semua jenis pisang memiliki cara pembudidayaan yang sama seperti diatas, jadi apapun jenis pisang yang ingin anda budidayakan anda bisa mengikuti cara diatas. Yang tidak boleh anda lupakan adalah perawatan pohon pisang yaitu dengan cara memberikan nutrisi yang cukup serta memberikan kecukupan air agar pohon pisang juga bisa tumbuh dengan sehat dan menghasilkan buah dengan kualitas maksimal. Pohon pisang yang ditanam bisa menghasilkan buah lagi 1 atau 2 bulan kemudian dan satu pohon bisa bertahan sampai 5 tahun. Sebenarnya bisa lebih dari 5 tahun namun untuk menjaga kualitas buah yang dihasilkan sebaiknya anda mengganti pohon pisang yang sudah melebihi usia 5 tahun dengan yang baru agar buah yang dihasilkan memiliki mutu yang baik.   

Wednesday, May 4, 2016

Tips Mudah Menanam Jahe Merah di Rumah


Memiliki halaman rumah yang tidak banyak ditanami tanaman sangatlah disayangkan. Dibandingkan memiliki halaman rumah yang ditumbuhi banyak rumput-rumput liar, sebaiknya anda menanaminya dengan tanaman yang berguna seperti tanaman obat. Salah satunya yakni Jahe merah yang bisa ditanam di halaman rumah dengan tidak membutuhkan banyak lahan. Perawatan dan cara penanaman juga mudah, ditambah lagi harga jualnya juga mahal, sangat pas untuk di tanam di halaman rumah dan bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah. Menanam tanaman obat juga akan sangat berguna untuk anda sendiri yang mana bisa digunakan sebagai obat-obatan kala sakit. Saat ini tak banyak yang menanam tanaman obat-obatan sehingga yang dulunya sangat mudah dicari sekarang sangat susah dan harganya pun menjadi mahal. Padahal, tanaman obat sangat cocok sekali jika ditanam di sekitar rumah baik yang memiliki halaman luas ataupun sempit, tanaman obat masih bisa ditanam.

Tanaman Jahe ini banyak digunakan sebagai bumbu dapur selain digunakan sebagai obat. Penggunaan awalnya adalah masyarakat negara Cina hingga India. Di Indonesia, tanaman ini sangat mudah dijumpai sebagai bahan untuk memasak yang mana bisa menghangatkan dan menguatkan rasa. Terutama di daerah Indonesia bagian timur, rempah ini banyak digunakan. Untuk menanam tanaman ini tidak perlu lahan yang sangat luas. Bahkan lahan yang sempit juga bisa dimanfaatkan. Media tanam bisa menggunakan polybag, karung, atau glangsing. Anda bisa memanfaatkan halaman rumah bagian depan untuk menanam tanaman ini. meskipun halaman di paving, masih bisa menanam tanaman ini dengan media yang disebutkan diatas dan dengan menggunakan pupuk.
Berikut ini adalah cara-cara yang bisa diikuti untuk menanam tanaman jahe merah yakni :

1. Membeli bibit tanaman yang sudah tumbuh hingga 5-10 cm. Jika ingin membudidayakan bibitnya sendiri bisa dengan menyemainya dalam kotak kayu. Jadi rimpang Jahe yang sudah dipanen dijemur kemudian disimpan selama 2 bulanan selanjutnya dipatahkan yang sudah ada tunasnya dan dijemur lagi 1 hari. Kemudian sebelum disemai disemprot dulu dengan PHEFOC HCS selama beberapa menit kemudian dikeringkan, tujuannya agar bebas penyakit dan juga direndam dalam SOT HCS selama kurang lebih 4 jam, ditiriskan hingga kering kemudian di semaikan.

2. Bibit yang sudah disemaikan kemudian diambil rimpangnya dan dipatahkan yang mana setiap patahannya terdapat 2 mata tunas. 

3. Ke dalam polybag dicampurkan tanah dengan bokashi perbandingan 3:1 dengan ketinggian 15 cm atau lebih sedikit.

4. Bagian atas karung dilipat agar tidak menutupi cahaya yang masuk.

5. Dalam polybag kemudian dimasukkan 2-3 bibit agar tidak terlalu padat dan hasil maksimal.

Diatas merupakan cara penanaman Jahe merah yang bisa dengan mudah dilakukan di rumah. Setelah ditanam maka yang perlu dilakukan adalah merawatnya dengan baik. Untuk merawat tanaman Jahe yang sudah anda tanam dengan cara sebagai berikut :

1. Dengan menggunakan SOT HCS yang sudah difermentasi, tanaman disemprot selama 2 minggu sekali setelah tanaman ini berumur 2 sampai 4 bulan.

2. Seiring tunasnya tumbuh juga ditambah terus bokasi agar media tanam sesuai.

3. Sekitar 10 bulan, tanaman bisa dipanen dan bisa dijual atau dimanfaatkan sendiri.
Penjualan tanaman Jahe merah bisa sangat mahal jika anda telaten merawatnya sehingga hasilnya bagus. Anda bisa mempraktekkan cara diatas sendiri di rumah, Alangkah baiknya jika membeli saja bibitnya agar segera bisa ditanam mengingat tumbuhan ini bisa dipanen dalam waktu yang tidak singkat.

Tips Menanam Bermacam-macam Bunga di Lahan yang Sempit


Rumah akan terasa asri apabila ada tanamannya. Namun bagaimana bila lahan di rumah sangat sempit ? Tenang saja, menanam tanaman tidak harus dilahan yang luas kok, bahkan meskipun anda tidak memiliki halaman masih bisa menanam tanaman. Banyak cara untuk menanam tanaman atau bunga, tidak harus di tanah atau media tanam yang membutuhkan banyak tempat. Bagi anda pecinta bunga, pastinya tahu dengan baik bagaimana cara memanfaatkan lahan rumah yang sempit untuk menanam aneka bunga yang cantik-cantik. Dalam artikel ini akan dibahas cara memanfaatkan halaman yang sempit untuk menanam berbagai jenis tanaman yang berbeda jenis.

Saat ini telah banyak cara untuk menanam tanaman dalam berbagai jenis media, tidak melulu dengan tanah, namun bisa diganti dengan media lain seperti pot, botol, paralon, dsb. Banyak media tanam yang bisa dimanfaatkan sehingga bisa membuat tanaman tetap tumbuh meski dengan lahan yang sempit dan tanpa adanya tanah yang lapang. Anda bisa menanam selain bunga yakni tanaman seperti tomat, buah, atau sayuran. Banyak tanaman lain selain bunga yang bisa ditanam dengan media tanam yang beragam. Berikut ini adalah tips untuk menanam bunga dalam lahan yang sempit, yakni :

1. Memilih jenis tanaman yang sesuai

Untuk menanam di media tanam yang sempit seperti botol atau pot, tidak semua tanaman bisa ditanam. Tanaman yang biasanya bisa ditanam pada media-media tersebut yakni tanaman yang kecil seperti misalnya saat menanam bunga diusahakan bukan tanaman merambat, atau yang bisa tumbuh hingga daunnya mengembang sampai melebihi pot. Tanamlah bunga-bunga yang tumbuh sesuai dengan ukuran pot atau lahan yang anda miliki misalnya mawar, kamboja, kaktus, dsb. Tanaman yang disebutkan tersebut bisa dibuat hanya dengan menggunakan pot yang kecil atau sedang-sedang saja dan bisa diletakkan di teras rumah yang sempit dengan dialasi menggunakan piring plastik.

2. Pilih tanaman yang cepat berbunga dan memiliki banyak bunga

Untuk menanam bunga, sebaiknya dengan menggunakan jenis yang mudah berbunga serta memiliki bunga yang banyak dan cantik. Hal ini ditujukan agar anda puas dengan tanaman yang di tanam. Apabila bunga cepat berkembang tentu saja yang menanam akan merasa senang dan puas, halaman rumah anda juga akan lebih terlihat asri serta berwarna.

3. Membuat kebun vertical

Selain dengan menggunakan pot, menanam tanaman bisa dengan menggunakan botol yang mana bisa disusun secara vertical di dinding. Cara ini juga bisa dimanfaatkan untuk mengisi dinding halaman rumah yang kosong dengan berbagai jenis bunga yang cantik. Anda bisa memilih jenis bunga yang berwarna mencolok dan juga tidak besar batangnya, terutama bunga yang bisa menjuntai ke bawah akan sangat cantik. Kebun vertical ini dibuat dengan memanfaatkan botol bekas yang tidak terpakai untuk media tanam.

Diatas adalah beberapa tips yang bisa anda manfaatkan untuk menciptakan hunian yang asri. selain halaman rumah, anda juga bisa menanam kaktus lucu di pot-pot kecil yang bisa dijadikan hiasan di meja belajar atau ruang tamu agar tampak segar.

Selain menanam bunga anda juga bisa menanam tanaman lainnya seperti misalnya menanam sayur mayur atau menanam tanaman obat seperti jahe, temulawak, dsb. banyak jenis tanaman selain bunga yang bisa juga ditanam di media yang sempit di halaman rumah anda. Apalagi dengan mananam tanaman obat bisa anda manfaatkan kala sakit untuk ramuan obat tradisional.

Cara Praktis untuk Digunakan Petani Memipil Jagung


Jagung merupakan salah satu jenis makanan yang juga banyak dimakan di Indonesia. Jagung bisa diolah menjadi berbagai jenis olahan makanan baik makanan berat atau ringan. Selain beras, petani Indonesia banyak yang menanam tanaman ini karena memang penjualannya bagus di pasaran. Di Indonesia merupakan lahan yang baik untuk penanaman jagung. Sejak abad 16 yakni sejak Portugis masuk ke Indonesia, jagung mulai ditanam dan hingga kini banyak petani yang menggunakan lahannya untuk menanam jagung. Namun meskipun Indonesia sudah sangat lama mengenal tanaman ini dan petani juga sudah sering menanamnya, tak banyak alat atau mesin-mesin yang digunakan untuk produksi jagung, kebanyakan masih menggunakan cara manual yakni dengan memanfaatkan apa yang ada saja. Padahal untuk memipil jagung sangatlah membutuhkan tenaga ekstra dan juga waktu yang tidak sedikit. Sementara itu dalam satu tangkai jagung biasanya ada lebih dari 2 batang jagung yang tumbuh, bisa dibayangkan berapa banyak batang yang harus dipipil dengan menggunakan tangan.

Meskipun tidak banyak teknologi yang dikembangkan di Indonesia untuk memipil jagung, petani masih bisa menggunakan alat-alat sederhana yang bahkan bisa dibuat sendiri loh. Keterbatasan memang terkadang membawa kreativitas yang tiada batas. Berikut cara membuat Alat pemipil jagung yang dapat anda coba :

1. Alat pemipil jagung yang bisa dibuat dari kaleng bekas minuman atau bekas kaleng susu

intinya bahan yang digunakan adalah logam yang kuat. Logam yang berbentuk silinder Kemudian dibuat bergelombang menjorok ke dalam. Tujuannya yakni untuk merontokkan jagung. Jadi cara penggunaannya yakni jagung dimasukkan ke dalam lubang tabung yang sudah dimodifikasi kemudian jagung di putar-putar dengan tabung yang ditahan agar tidak ikut berputar. Dengan cara ini jagung bisa rontok sendiri dengan mudah. Cara ini sangat mudah dan alatnya juga bisa dibuat sendiri dengan memanfaatkan kaleng-kaleng bekas. Asalkan logam yang digunakan cukup tebal maka bisa dimanfaatkan.

2. Menggunakan ban motor

Selain dengan menggunakan cara diatas, salah satu cara dari seorang petani kreatif yang ramai diberitakan juga bisa dicontoh. Cara mudah memipil jagung selanjutnya yakni dengan menggunakan kendaraan bermotor, bagaimana bisa ? tentu saja bisa. Pemanfaatan motor yakni ban motor. Cara mudahnya yakni dengan motor diberdirikan dengan menggunakan standard tengah kemudian roda di starter dengan menggunakan gigi sedang. Jagung yang hendak di pipil kemudian di dekatkan pada ban motor bagian belakang dan diputar - putar (dalam keadaan ban motor juga berputar), maka jagung akan rontok sendiri. Akan membutuhkan tekanan yang cukup kuat dan melelahkan karena ban motor akan membuat jagung memantul sehingga anda harus menekannya dengan cukup kuat agar biji jagung bisa terlepas dari bonggolnya. Pekerjaan ini lebih baik dilakukan oleh laki-laki. Mudah bukan ? Anda bahkan hanya tinggal duduk dan memutar-mutar jagung pada ban bagian belakang motor dan dengan begitu jagung lepas sendiri.

Cara memipil jagung diatas tidak membutuhkan banyak uang untuk dimanfaatkan. Namun jika anda ingin cara lebih praktis mungkin bisa menggunakan mesin pemipil jagung agar hasilnya memuaskan. Kebanyakan petani memang masih menggunakan tangan atau alat yang terbuat dari kayu yang mana bisa digunakan untuk memipil jagung juga. Dengan menggunakan tangan tentu saja bisa mengakibatkan tangan kapalan sehingga sangat tidak efektif untuk dilakukan. Dengan banyaknya jagung yang banyak sekali jumlahnya akan sangat membutuhkan banyak tenaga dan waktu.

Cara Modern Memanen Padi untuk Mencegah Kehilangan saat Panen


Indonesia merupakan negara agraris yang mana menghasilkan banyak padi setiap tahunnya. Seharusnya negara ini tidak mengimpor padi, namun kenyataannya sekarang tidaklah sama dengan teorinya. Kenyataannya Indonesia masih juga mengimpor padi dari negara lain. Hal ini selain dikarenakan lahan yang sudah banyak berkurang dikarenakan industry yang semakin banyak berdiri di negeri ini, juga dikarenakan angka kehilangan setiap penennya. Jadi padi yang setiap kali dipanen mengalami kehilangan hingga 20,42%. Hal ini tentu saja disayangkan. Banyaknya prosentasi kehilangan padi ini bisa jadi dikarenakan proses memanen yang kurang baik. Cara memanen secara tradisional sudahlah tidak efektif sehingga dibutuhkan system memanen modern agar tidak lagi terjadi kehilangan yakni dengan menggunakan mesin-mesin pemotong padi modern. Namun selain itu kehilangan juga terjadi saat:

1. Memanen 
2. penyimpanan 
3. pengangkutan 
4. penggilingan

Semua proses padi menjadi beras ini menyebabkan banyak kehilangan hingga 20,42%.
Kebanyakan petani Indonesia memanen padi dengan menggunakan sabit. Sabit ini terdiri dari dua macam yakni sabit biasa dan bergerigi. Penggunaan sabit bergerigi ini bisa menekan angka kehilangan hingga 3% sehingga sangat dianjurkan untuk digunakan. Dan petani memang lebih banyak menggunakan sabit bergerigi ini dibandingkan dengan jenis sabit lainnya. Selain menggunakan sabit, di Indonesia masih belum mengenal teknologi modern bernama mesin pemotong padi sehingga kebanyakan petani masih menggunakan sabit sebagai alat pemotong manual. Hal inilah yang menyebabkan angka kehilangan terjadi. Kebanyakan kehilangan terjadi memang pada saat proses pemotongan. Tentu saja hal ini bisa diatasi yakni dengan menggunakan mesin-mesin pemotong padi modern. Selain praktis juga bisa memotong padi dengan resiko kehilangan kecil.

Mungkin kebanyakan masyarakat mengetahui bahwa padi banyak ditanam hanya di negara-negara Asia saja, padahal jika menilik sejarahnya, padi justru lebih banyak dibudidayakan oleh negara-negara Barat dengan menggunakan teknologi yang sudah modern dan juga menggunakan rekayasa genetika yang bagus untuk memperoleh hasil panen yang maksimal. Ada 6 negara bagian Amerika setidaknya yang menjadi tulang punggung bagi produksi padi di Amerika yakni California, Mississippi, Missouri, Texas, Louisiana, dan Arkansas. Di negara Amerika ini, meskipun tidak banyak masyarakatnya yang mengkonsumsi nasi untuk makanan sehari-harinya namun juga tetap menghasilkan padi, tujuannya tentu saja untuk dijual kepada negara lainnya, selain untuk negaranya sendiri. Negara ini bahkan mengekspor padinya hingga ke 100 negara yang mana sebanyak 12% perdagangan beras di dunia dikuasai oleh Amerika.

Dengan melihat system negaranya yang sudah maju, tentu saja tak heran apabila negara ini bisa mengekspor beras hingga ke negara-negara yang digadang sebagai negara agraris seperti Indonesia ini. Meskipun memiliki lahan yang luas, jika tidak dimanfaatkan dengan baik tentu saja akan kalah dengan negara yang pandai memperhitungkan kekayaan alamnya. Dahulu Indonesia pernah menjadi negara penghasil beras terbesar, namun kini untuk menghidupi rakyatnya saja beras Indonesia masih belum cukup. Dengan banyaknya industry yang didirikan menjadikan penyempitan lahan, ditambah pula system panen yang masih manual dan dikerjakan oleh banyak orang semakin menambah alasan tidak dihasilkan banyak beras tiap tahunnya. Di Amerika bahkan memanen beras hanya membutuhkan 2 orang saja yang mana pekerjaan dilakukan dengan menggunakan mesin. Lahan seluas 100 hektar bisa dipanen dalam waktu singkat hanya dengan mesin traktor raksasa. Hal ini juga baik untuk mengurangi resiko kehilangan diatas. Bagi petani padi Indonesia sudah selayaknya mencontoh negara ini untuk lebih mengembangkan teknologi pertanian agar lebih maju dan hasilnya bisa maksimal.